Silahkan Baca Artikel Dibawah Ini

Minggu, 06 November 2011

Putra Binuang Membangun ( PBM ) - PBT Racing Team



Satu lagi tim balap asli dari kalimantan selatan, tepatnya dari kecamatan binuang, yang mulai menapaki panasnya persaingan dunia balap region dua atau yang sering disebut region jawa, menyongsong nama PBM PBT ini tim memang ingin mengangkat nama daerahnya ke pentas balap nasional, PBM PBT ini singkatan dari "Putra Binuang Membangun, Putra Banua Tapin" kata Maulana Noor Khairi yang berperan sebagai pembalap tunggal ditim yang juga milik ayahnya tersebut

Dengan hanya menggunakan 1 pembalap yang juga asli putra daerah Binuang, tim siap bertempur di region jawa, bukan hanya itu, tim juga turut berkecimpung di region kalimantan, dalam artian tim bermain di dua region sekaligus.

Bermain di dua region sekaligus itu bagus sekali, melihat region jawa terkenal dengan pembalap yang memiliki skill dan talenta di atas rata rata ini bagus buat pembalap itu sendiri, makin lama bermain di region jawa, mental tanding akan semakin terasah tajam.

Begitu pula bermain di region kalimantan, karena di region kalimantan hampir semua serial gelaran motoprix menggunakan sirkuit permanent bukan pasar senggol, ini bagus buat persiapan naik ke indoprix, karena di indoprix menggunakan sirkuit permanen yang mengandalkan teknik rolling speed, bukan stop n go kaya dipasar senggol.

Bisa kita liat pembalap jawa memiliki skill dan talenta di atas rata rata, tapi butuh waktu bagi pembalap region jawa untuk beradaptasi di indoprix, ini dikarenakan pembalap jawa terbiasa menggunakan arena pasar senggol buat pagelaran serial motoprix mereka, jadi pembalap jawa butuh adaptasi buat pembalap mereka. Beda dengan kalimantan serial motoprix mereka menggunakan sirkuit permanent, tapi sayang persaingan region kalimantan kurang panas.

Okee, udahan dulu ngebahas plus minusnya region jawa dan region kalimantan, sekarang saatnya kembali lagi ke profile tim.

Dengan menyosong semangat juang Pangeran Antasari yang memiliki semboyan " haram manyarah waja sampai kaputing " yang arti garis besarnya adalah " tidak boleh menyerah maju pantang mundur " di setiap balapan semboyan itulah yang diterapkan Lana panggilan akrabnya Maulana

ini dia petikan langsung dengan Maulana Noor Khairi "Kunci aku nih brad, tertulis dikepala motor jupiterku seng penting happy (yang penting happy), kita balapan tuh yang penting happy, gak usah ada beban. Mungkin kebanyak bos sekarang pembalapnya dibebani untuk harus menjadi nomer 1 atau apalah, kebanyakan pembalap menjadikan hal itu suatu beban. Kalo menurut aku ya, balapan itu jangan ada beban. Yang penting Fight sekuat tenaga. Jangan ada kata menyerah, kalonya ibarat perang tuh sampai titik darah penghabisan. Apalagi aku menjunjung nama Kalsel di motoprix jawa, itu tanggung jawab aku, tapi itu bukan suatu beban kok ".

Tim tidak asal asalan terbukti pembalap dipersiapkan secara matang oleh timnya, sang pembalap di didik langsung oleh Hendriansyah yang memiliki julukan Dewa Road Race tersebut. Di Hendriansyah Racing School atau HRS, selama 3 bulan pembalap diberi teori dan praktek langsung oleh Hendrianysah yang saat ini menjadi pembalap reguler indoprix.

Pemakai nomor start 77 ini bisa dikatakan beruntung tidak usah bersusah payah mencari sponsor, pembalap dapat dukungan sponsor yang bisa dikatakan kuat dari segi dana yakni BGM HBM milik H.Rihan, bukan hanya itu tim PBM PBT baru baru saja menjalin kerjasama dengan Ahrs, tepatnya setelah gelaran Motoprix Region 2 Kemayoran tanggal 11 september tadi tim diundang oleh Ahrs ke markas mereka untuk menjalin sebuah kerjasama.
 
 
 
 
Sumber :  http://murakata-otomotif.blogspot.com
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar